Apa itu system locale pada linux?. Jadi ceritanya, pada suatu hari, saya mengoperasikan server linux yang sudah dikonfigurasi oleh team dari jerman. command-command yang dipakai sama seperti ls, head, cd, cat, tail, etc. tapi, notifikasi yang muncul adalah beda, menggunakan bahasa jerman.

contoh notifikasinya seperti dibawah:

notifikasi pada system saya (menggunakan bahasa jerman):

root@server:~# ls -l /blablabla
ls: Zugriff auf /blabalbla nicht möglich: Datei oder Verzeichnis nicht gefunden

notifikasi yang biasanya muncul (pada system lain yang saya manage):

root@server:~# ls -l /blablabla
ls: cannot access /blabalbla: No such file or directory

pada satu sisi, saya kagum karena notifikasinya menggunakan bahasa lokal dimana akan sangat membantu pemula yang baru belajar. tapiiii… disisi lain saya harus cari kamus bahasa jerman untuk mengerti artinya. hahaha 😀

nah setelah searching sana-sini, akhirnya saya mengetahui bahwa hal ini disebabkan oleh konfigurasi yaitu system locale.

Cara kerja system locale?

Jadi cara kerja system locale ini adalah seperti kamus yang berisi translasi dari notifikasi system pada bahasa tertentu. bahasa yang didukung pun bermacam-macam.

jadi hanya dengan mengganti system local saja, maka otomatis notifikasi system akan berubah.

Contoh konfigurasinya? asumsi: anda menggunakan debian/ubuntu

  1. Mengaktifkan locale yang akan dibuat oleh system:
    $ dpkg-reconfigure locales
  2. mengenerate locale yang dipilih pada step diatas:
    $locale-gen
  3. mensetting system variable untuk menggunakan locale yang sudah digenerate diatas:
    $ export LANG=de_DE.UTF-8
    $ export LANGUAGE=de_DE.UTF-8
    $ export LC_ALL=de_DE.UTF-8
  4. coba jalankan command:
    root@server:~# ls -l /blablabla
    ls: Zugriff auf /blabalbla nicht möglich: Datei oder Verzeichnis nicht gefunden

Efek dari system locale?

Meskipun kelihatan sepele, system locale ini juga berpengaruh pada konfigurasi lainnya loh. maksudnya software lain akan dikonfigurasi berdasarkan system locale yang digunakan pada saat instalasi.

contoh, ketika anda menginstall database (mysql/postgresql), maka default locale dari database yang dibuat juga akan mengikuti system locale. hal ini bisa menjadi masalah dikemudian hari karena bisa jadi locale database berbeda dengan locale dari webserver (PHP / lainny) dimana akan muncul warning atau bahkan data tidak dapat masuk ke database.

oleh karena itu, sebaiknya anda menggunakan system locale yang sama pada sebuah system.

sekian pembahasan tentang system locale pada linux, semoga berguna bagi pembaca.

picture from linuxsumo.com

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.